Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Literasi Pemilih Pemula, Bawaslu Halsel Gelar Konsolidasi Demokrasi Bersama Siswa SMA 7 Halsel

SMA 7

 

Labuha — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan terus memperkuat fondasi demokrasi sejak dini dengan menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi melalui sosialisasi penguatan kepemiluan bagi pemilih pemula di SMA Negeri 7 Halmahera Selatan, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Halmahera Selatan, Rais Kahar, bersama jajaran staf, dan diikuti oleh sekitar 40 siswa-siswi sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi demokrasi serta mendorong pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa menunjukkan antusiasme dan daya kritis yang tinggi terhadap berbagai isu kepemiluan. Sejumlah pertanyaan mencuat, mulai dari alasan pelarangan politik uang, perlindungan hak konstitusional warga negara, hingga pentingnya menjaga netralitas TNI dan Polri dalam proses demokrasi.

Menanggapi hal tersebut, Bawaslu Halmahera Selatan menegaskan bahwa praktik politik uang merupakan ancaman serius bagi kedaulatan rakyat karena dapat merusak kualitas pemimpin yang dihasilkan dari proses pemilu. Sebagai langkah pencegahan, Bawaslu juga memperkenalkan program inovatif seperti “Sekolah Anti Politik Uang” serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan pelanggaran pemilu.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga berhasil memetakan bahwa pemilih pemula memiliki perhatian besar terhadap isu penegakan hukum pemilu dan perlindungan hak warga negara. Para siswa pun sepakat bahwa pemilu bukan sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga bagian dari menjaga kedaulatan demokrasi.

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Halmahera Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi berkelanjutan melalui diskusi tematik, khususnya terkait konstitusi dan tata negara. Selain itu, penguatan narasi netralitas penyelenggara negara akan digencarkan melalui media sosial yang lebih dekat dengan generasi muda.

Tak hanya itu, Bawaslu juga mengajak para siswa untuk menjadi kader pengawas partisipatif yang berperan aktif dalam menolak praktik politik uang di lingkungan masing-masing.

Ke depan, Bawaslu Halmahera Selatan akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan guna memastikan nilai-nilai demokrasi yang telah disosialisasikan dapat terus dikembangkan dalam kegiatan kesiswaan, seperti forum OSIS dan diskusi internal sekolah.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi yang kuat serta berintegritas dalam mengawal masa depan bangsa.  [Humas]

Penulis: Imran/Editor: Fitriyah/ Foto: Zulham

 

 

Tag
Berita