Pemilu Bermartabat Dimulai dari Partisipasi Masyarakat: Bawaslu Halsel Gelar P2P
|
Labuha - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali memperkuat komitmen pengawasan partisipatif melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu (20/05/2026). Kegiatan yang bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” sebagai upaya memperkuat kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Kegiatan tersebut dibuka secara daring melalui Zoom Meeting oleh Anggota Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Suleman Patras, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak dapat berjalan maksimal apabila hanya dibebankan kepada penyelenggara pemilu semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari kekuatan demokrasi untuk bersama-sama mengawal proses pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
“Tema yang kita usung hari ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bergerak memperkuat pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029 yang bermartabat,” ujar Suleman Patras.
Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif telah diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2023, yang menjadi dasar bagi Bawaslu dalam membangun kolaborasi bersama masyarakat. Salah satu fokus utama yang terus diperkuat adalah penguatan kelembagaan guna meningkatkan kapasitas organisasi, kualitas sumber daya manusia, serta memperluas sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan, Rais Kahar, menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu program strategis Bawaslu dalam membangun budaya pengawasan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia mengatakan bahwa Bawaslu tidak berhenti bekerja meskipun berada pada masa non-tahapan. Berbagai program pengawasan partisipatif terus dijalankan sebagai bentuk pelaksanaan amanat konstitusi dalam menjaga demokrasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melibatkan generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi dan ikut mengambil bagian dalam mengawal Pemilu 2029 yang bermartabat,” ungkap Rais.
Selain Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu juga terus menjalankan sejumlah program lain seperti Forum Warga, kerja sama dengan perguruan tinggi, hingga program Kampung Pengawasan. “Di Halmahera Selatan sendiri, program Bawaslu Awasi Kampung. sebelumnya telah menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk turut aktif menjaga demokrasi secara bersama-sama” Ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang penguatan komitmen bersama antara Bawaslu dan masyarakat dalam membangun pengawasan partisipatif yang lebih inovatif, responsif, dan berkelanjutan demi terciptanya Pemilu 2029 yang demokratis dan bermartabat. “Masa depan demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029 yang bermartabat sangat membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda yang kritis, cerdas, dan peduli terhadap proses demokrasi”. tutupnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mahasiswa, pemuda, serta komunitas yang memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi dan kepemiluan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Penulis: Mishbah/Editor: Fitriyah/ Foto: Zulham